You are here
Home > Selayang Pandang

                Kabupaten Blitar memiliki luas wilayah 1.558,79 km2 dan ketinggian rata-rata 167 m dpl, dengan batas-batas sebelah barat Kabupaten Tulungagung dan Kediri, sebelah utara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang, sebelah timur Kabupaten Malang dan sebelah selatan adalah Samudera Indonesia.  Di tengah-tengahnya terdapat sungai Brantas yang mengalir dari timur ke barat yang membatasi dua wilayah yang memiliki karakteristik lahan yang berbeda antara Kabupaten Blitar bagian utara dan bagian selatan.  Blitar Selatan seluas 689,85 km2 termasuk wilayah yang kurang subur disebabkan karena daerah tersebut merupakan daerah pegunungan berbatu kapur.  Sedangkan bagian utara merupakan wilayah yang relatif lebih subur.  Tingkat kesuburan tersebut dipengaruhi pula oleh adanya Gunung Kelud yang masih aktif serta banyaknya aliran sungai yang berfungsi sebagai sarana penyebaran zat-zat hara yang terkandung dalam mineral hasil letusan gunung, Lokasi Kabupaten Blitar berada di sebelah selatan Katulistiwa terletak antara 111º40’ – 112º10’ Bujur Timur dan 7º58’ – 8º9’51’’ Lintang Selatan.  Hal ini secara langsung mempengaruhi perubahan iklim.  Kabupaten Blitar termasuk tipe C3, apabila dilihat dari rata-rata curah hujan dan bulan-bulan tahun kalender perubahan iklimnya seperti di daerah lain mengikuti perubahan putaran 2 iklim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.

           Dilihat dari potensi sumber daya alamnya, Kabupaten Blitar adalah daerah yang bercorak agraris, sebagian besar penduduknya tinggal di pedesaan yang mengandalkan kehidupannya pada sektor pertanian.  Dengan keunggulan komparatif sebagai daerah agraris penghasil komoditas tanaman pangan dan hortikultura, maka pembangunan pertanian perlu diletakkan sebagai prioritas dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi daerah mengingat pula dominasi sektor petanian dalam pembentukan angka PDRB yaitu sekitar 45,54 %, Dengan berlakunya otonomi daerah, memberikan peluang bagi pemerintah Kabupaten Blitar untuk lebih proaktif, kreatif dan inovatif dalam melakukan pembangunan sesuai dengan potensinya sebagai daerah pertanian yang dilakukan dengan pendayagunaan keunggulan komparatif menjaddi keunggulan kompetitif melalui penerapan prinsip-prinsip agribisnis.

               Pembangunan pertanian di Kabupaten Blitar harus dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh stake-holder pertanian. Baik oleh masyarakat petani, pengusaha saprodi, pelaku pasar produk pertanian dan kegiatan usaha penunjang lainnya.  Untuk terlaksananya pembangunan pertanian sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah yang mengutamakan prinsip transparansi, akuntabel dan transparansi sebagai pilar Good Govermance.

Top